Gaji Guru PNS Naik, Jangan Malas Donk!

February 20, 2012

Dalam seminar tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) hari ini, seorang teman membisiki saya “Itulah Bu, guru-guru negeri tuh pada males ikut-ikut seminar kayak gini. Padahal digratiskan 5 orang oleh panitia, yang dateng cuma saya”.

Gaji Guru PNS Naik
Beberapa waktu yang lalu, seorang teman juga menceritakan hal yang kurang lebih sama, bahwa banyak guru-guru terutama guru PNS tidak mempunyai semangat yang menyala-nyala untuk tetap belajar melalui seminar-seminar, pelatihan atau workshop. Kebanyakan mereka mungkin merasa sudah senior, sehingga merasa tidak perlu lagi belajar. Padahal, ketika mereka muda dan masih kuliah, ilmu yang didapat tentulah tidak sama dengan ilmu-ilmu zaman sekarang yang mementingkan faktor kekinian.


Jika mau mengajar, guru harus punya kemauan untuk belajar


Begitulah sebaiknya motto yang diusung setiap guru, sehingga guru benar-benar menjadi agen perubahan yang mumpuni, terutama untuk mengajar anak-anak didiknya agar turut menyeimbangkan diri menghadapi perubahan. Walaupun guru tidak mau berubah, akan tetapi dunia tetap berubah. Lantas, apalah artinya guru jika semuanya guru sejarah? Maksud saya, jika semua guru selalu mengabadikan masa lalu.

Sebenarnya, bukan hanya guru negeri saja yang terlihat malas belajar. Guru swastapun setali tiga uang. Namun, saya sangat ingin menyoroti tentang kinerja, etos kerja, dan tanggung jawab guru negeri yang digaji dengan uang negara. Gaji inipun terus naik. Sesuai dengan PP No. 15 tahun 2012, gaji PNS golongan IA dengan masa kerja o tahun saja sudah Rp. 1.260.000.-. Gaji tersebut di luar tunjangan keluarga yang besarnya untuk istri / suami adalah 10 % dari gaji pokok, ditambah untuk anak 2 % dari gaji pokok. Tunjangan pangan sebesar nilai beras per 10 kg/orang. Belum lagi tunjangan jabatan dan struktural.

Karena selalu naik, maka jadi guru PNS adalah sebuah status yang diidam-idamkan banyak guru swasta apalagi honorer. Apalagi sudah jadi idiom umum bahwa guru negeri itu santai. Walaupun jumlah jam bisa banyak ataupun sedikit tapi tidak punya kewajiban untuk stay di sekolah setiap hati. Hal ini memungkinkan guru negeri merasa “agak longgar” untuk melakukan rutinitas di luar kantor. Padahal, sebagian guru swasta justru tetap harus tinggal di sekolah walaupun jamnya tidak penuh. Kesempatan jam kosong inilah yang kemudian bisa dipakai untuk menggali lagi ilmu untuk perbaikan proses pembelajarannya.

Jadi, sudah saatnya guru negeri menjadi pemimpin dalam melakukan perubahan. Karena dari segi finansial mereka ini mendapat bayaran yang luar biasa besar dibanding guru swasta, sementara tidak semua guru bisa mendapatkan kesempatan itu. Janganlah malas untuk belajar kembali. Sudah sangat pantas kalau guru negeri keluar dari zona aman, nyaman, tentram dan damai. Cari kegiatan lain yang lebih profesional dan bertanggung jawab sebagai bentuk rasa syukur Anda menjadi pegawai negara!

Penulis : Siti Mugi Rahayu
Info : Saya seorang guru yang tertarik pada pendidikan yang humanis.
Punya Opini tentang Pendidikan? kirimkan tulisan anda ke arye@math.com
Ingin Tulisan Seperti Gaji Guru PNS Naik, Jangan Malas Donk!, info beasiswa, berita lowongan CPNS terbaru langsung masuk ke email anda? Bergabunglah dengan ribuan orang yang telah berlangganan GRATIS hanya di Perangkat Pembelajaran

Artikel Terkait

1 komentar:

Post a Comment

Baca Dulu Sebelum Komentar :
1. Gunakan Anonymous jika tidak mempunyai Blog/Web
2. Gunakan Nama/Url Jika Mempunyai Web/Blog
3. Gunakan Google Account Jika Sobat Blogger Juga
Selamat Menikmati Menu Kami........